Jum'at Negeri Selawang Segantang | Kajian Da’I Kamtibmas Seri (19)

06.40
Pengalaman yang tidak terlupa ketika berdagang di negeri timah. Berangkat dengan misi dakwah, berniaga buku-buku agama, mengikuti Pameran STQ Sari Tilawah Al Qur'an tingkat nasional pada tahun 2013, yang baru kali ini menjadi tuan rumah pelaksana, bukan di daerah tingkat 1 tetapi tingkat 2 yaitu kabupaten Bangka Barat berjuluk Selawang Segantang,”sepintu seukuran”. Bupatinya Ir Rosman, begitu baik kepada pendatang, sampai puluhan Al Qur'an elektronik produk jualan kami beliau beli, kemudian di hadiahkan pada masyarakat dengan memberiakan doorprize, siapa yang pergi nonton acara lomba dapat kupon, kemudian kupon diundi, dan hadiah bermacam-macam, termasuk Al Qur'an yang beliau beli dari kami, ada pula hadiah motor, prabot rumah, sementara hadiah terbesarnya yaitu Mobil Avanza. 

Baru kali ini  kami melihat ada seorang pejabat, begitu besar dukungannya terhadap kegiatan syiar islam, dengan dukungan dana dan hadiah untuk masyarakat yang pada umumnya hadiah seperti itu hanya didapat dalam kegiatan lomba sepeda santai, atau milad suatu lembaga, baik itu swasta maupun negeri. 

Berangkat dari makassar naik kapal laut ke Tanjung priuk, kemudian ke Jakarta, kemudian ke Tanjung balai kembali naik kapal laut. Biasanya kalau kami berdagang jauh pasti bawa team. Waktu itu saya bawa dua orang yg ditraining bardagang yaitu adik ipar dan saudara sepupu. 

Yang berkesan di bangka barat, ketika usai shalat jum'at para jamaah tinggal sejenak di masjid mengikuti acara makan bersama, hidangan sudah disiapkan oleh masyarakat. Sedekah warga pada hari itu lebih banyak dari hari hari yg lain, karna banyak yang ingin mengamalkan ayat. " dan apapun yg kamu imfakan berupa sesuatu maka pasti Allah akan ganti. ‘’

Dibangka juga kami kagum dengan pelaut bugis, yang banyak mendiami pesisir pulau itu. Suatu ketika saat pemeran, kebetulan stand yang kami tempati jatah dari panitia untuk provinsi Sulsel, banyak pengunjung yang bartanya-tanya “ini dari makassar ya?”, saya menjawab “iyya”. Kemudian orang itu berkata “saya juga dari sana, bapak dan ibu orang wajo, saya tinggal di kampung nelayan, bernama kurau. Kami di sana kebanyakan orang bugis. Kemudian saya Tanya ”bisa bahasa bugis “? Artinya saya tahu, tapi berbahasa sudah tidak bisa. Saya bertanya lembali, siapa nama Anda ? Ternyata nama yang diberikan orang tuanya asli bungis yaitu Indo Besse.

“maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” QS. Al-Haj : 46.

MULIAKANLAH HARI JUM'AT SEBAB ITU PENGHULU SELURUH HARI. BANYAK BERSEDEKAH DAN LEKAS KEMASJID TANDA KITA MEMULIAKAN HARI JUM'AT.

Penulis : Hamka Mahmud

Previous
Next Post »
0 Komentar