Hasil Pertemuan MUI Maros Dengan Panitia Lomba Domino

08.16

 Hamka Mahmud*

Turnamen domino yang diadakan PORDI Sulsel kerja sama dengan Pemerintah Daerah  Kabupaten Maros yang menargetkan raih rekor MURI masih sementara berlansung. Sebab panitia jadwalkan Jumat, 11 hingga Ahad 13 Agustus 2023 di permandian alam Bantimurung. 


Lomba yang mencederai para tokoh agama di Maros. Sebab saat yang sama dirancang satu regulasi yakni (Perbub) Peraturan Bupati tentang Desa Religi. Hal ini sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Maros yang salah satunya adalah religi. Singkatan dari huruf R. Dari jargom yang diusung adalah Maros KEREN.

Hasil rapat tokoh agama di kantor MUI sacara maraton. Pada Jumat pagi, 11 Agustus 2023 hingga sore melahirkan sikap MUI Kabupaten Maros terhadap turnamen Domino tersebut. Yakni, 1) menyangkan, 2) menyesalkan dan, 3) menolak. Hal ini disampaikan oleh. Dr. Nasiruddin Rasyid Ketua Dewan Pembina MUI Kabupaten Maros.

Inisiasi Pertemuan Tokoh Agama

Biasanya malam sebelum tidur di masjid Da'i Kamtibmas penulis baca buku. Tapi kali ini lain. Terjadi saling chat dan diskusi lewat via WhatsApp dengan sosok tokoh kawakan Maros yakni Nurhasan. Hal itu terjadi karena ia baca tulisan penulis terkait aspirasi para guru dan tokoh agama yang menolak turnamen domino yang target MURI dan yang ironis menyebabkan ada sekolah yang diliburkan. Karena dipakai meja dan bangkunya oleh peserta turnamen.

Mantan ketua HMI Sulsel tersebut ingin menginisiasi pertemuan para tokoh agama dengan Bupati Maros A.S. Chaidir Syam. Ini poin obrolan penulis malam itu. Lalu tiba-tiba pada Sabtu siang. Apa yang diusulkan oleh alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso tersebut teralisasi yakni bertemu para Ketua Organisasi Keagamaan di Kantor MUI Kabupaten Maros.

Lewat Sekertaris Umum MUI Maros Ilyas Said menyampaikan bahwa Bupati akan hadir rapat. Akan tetapi ketika semua unsur penting yang diundang rapat hadir. Namun saat rapat dibuka Nurhasan sebagai inisiator menyampaikan informasi. Bahwa Bupati tidak sempat hadir. Karena ada jadwal kegiatan yang bertempatan.

Ungkapan Prihatin Tokoh Agama

Rapat dipandu Sekum MUI. Dibuka oleh Ketua dewan pembina MUI Maros. Lalu Nurhasan pembicara kedua menyampaikan asbab rapat terjadi. Kemudian Ketua PORDI Sulsel Andi Ryadi Meppasulle menyampaikan sebab terjadinya ajang turnamen domino tersebut. Semua legal standing lembaga PORDI yang ia adalah bagian dari insiator pendiri diungkapkannya.

Ia menyebut bahwa ini adalah alibi pariwasata, karena Maros sangat menggalakkan pariwisata. Hal ini yang menyebabkan ditempatkan di Bantimurung. Disampaikannya juga bahwa domino telah menjadi olah raga. Sejak tahun 2019 resmi telah tercatat di KONI. Pada argumennya, ia menyanggah tulisan penulis yang berasumsi bahwa ada unsur judi. Ia menolak lomba domino tersebut dikaitkan dengan judi.

Lalu penanggap pertama salah satu pengurus MUI Maros Drs. KH.Abdul Hafid Amri menyampaikan bahwa ada kesan lomba domino mendistorsi negatif kabupaten Maros. Sehingga populer di luar sana (daerah lain) daerah ini kabupaten paling banyak paddominya. Lomba ini tidak bisa menyatu dengan program Maros religi. Ia seperti minyak dengan air. Juga ia menuturkan ajang domino ini sebelumnya telah diprotes oleh para tokoh agama tahun lalu. Hal ini terindikasi ada penolakan. Kanapa diulang lagi?

Penanggap kedua penulis. Seperti apa yang penulis sampaikan dan narasikan di tulisan sebelum ini yakni seri 782. Itu juga argumen penolakan diutarakan. Bahkan ada tambahan. Yakni kalimat saudara adakan lomba domino di kampung kami tidak mappatabe-tabe (tidak permisi) pada tokoh agama. Pada hal kamilah semua yang menjaga moral dan membantu program Bupati terwujud yakni Maros Religi.

Perlu saudara mengetahui, bahwa ada beberapa ajang lomba tidak boleh diadakan lagi di Maros. Yakni seperti Road Race. Sebab pernah dulu kejadian lomba tersebut jadi sebab kematian hampir sepuluh orang warga Maros. Sebab ditabrak pengendara lomba. Karena itu, kami peringatkan dengan satu hadis nabi yakni tentang resiko menginisiasi hal yang buruk lalu kemudian diikuti oleh orang banyak. 

وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Dan barangsiapa yang inisiator dari perbuatan buruk di dalam Islam maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun” (HR Muslim).

Ketua PD. Muhammadiyah Maros KH. Muhammad Amin Duddin, Lc., juga penanggap. Ia prihatin, sebab lomba domino ini memobilisasi praktisi pendidikan. Para guru ditekan ikut. Ini hal yang memalukan demi rekor MURI. Pada hal sebaiknya tidak usah libatkan para pendidik. Masyarakat awam saja yang diikut sertakan.

Satu-satunya peserta rapat dari kalangan perempuan juga bersuara yakni keponakan almarhum AG. Dr. H. M. Sanusi Baco, Lc yang juga ketua Muslimat NU Mardiah Said. "Saya mewakili tokoh perempuan dan unsur pendidik di pesantren." Lalu ia utarakan keprihatinannya terhadap lomba tersebut. 

Yakni pandangan secara psikologi pendidikan miris. Sebab hadiahnya mengalahkan hadiah lomba baca kitab gundul. Ia lalu mengusulkan seadainya ajang lomba keagamaan, seperti MTQ dan baca kitab dengan hadiah yang besar, seperti ajang ini. Maka hal ini sangat baik.


Tiba-tiba ada peserta rapat yang angkat tangan yakni Ketua PORDI Kabupaten Maros H. Abdul Salam. Ia mengaku siap membiayai lomba keagamaan di Kabupaten Maros. Ketua BAZNAS Maros HM. Said Patombongi turut memberi respon. Dengan menyampaikan kepada pengembang real estate di Maros tersebut bahwa siap-siap nanti ditagih menjadi sponsor lomba MTQ tingkat Kabupaten Maros. Lalu menyampaikan kesimpulan dari pernyataan perwakilan tokoh agama. Bahwa sesungguhnya kami belum bisa terima Maros jadi tuan rumah lomba domino yang target besarnya adalah MURI.

Pernyataan Ketua PORDI Sulsel

Setelah perwakilan tokoh agama berbicara. Lalu Ketua PORDI Sulsel Andi Baso Meppasulle menerima keriprihatinan mereka semua. Ia lalu mengucapkan permohonan maaf. Karena tidak permisi kepada tokoh agama. Tak ada maksudnya untuk merusak kultur keagamaan di Maros hingga mengadakan lomba tersebut. Ia juga berjanji tidak akan melakukan lomba domino lagi di Kabupaten Maros selama  masih ia menjabat Ketua PORDI Sulsel. 

Sekda Maros Minta Hasil Rapat.

Di gawai penulis tertulis japri WA  Sekertaris Daerah Andi David Syamsuddin. Ia meminta informasi hasil rapat. Lalu penulis sampaikan hal tersebut kepada pengurus MUI. Komisi Fatwa Dr. Safaruddin, Lc., MA mendikte kalimat informasi hasil rapat yang ingin diketahui oleh Sekda tersebut. 

Setelah terurai empat poin, penulis lalu diperlihatkan narasinya kepada Sekum MUI KM. Ilyas Said, S.Ag., M.Pd. ia setuju narasi tersebut. Lalu kemudian penulis kirimkan lewat WA pribadi Sekda Maros. Berikut kalimatnya:

"Hasil pertemuan dengan Ormas Islam yang difasilitasi oleh MUI Kabupaten Maros dengan penitia lomba domino, yakni:

1. Secara legalitas yuridis formal keberadaan PORDI tidak menjadi masalah dalam pendangan MUI Maros. Akan tetapi lomba tersebut melanggar asas kultural dan keagamaan di Maros;

2. MUI Maros sangat menyangkan terlaksananya turnamen domino tersebut. Karena tidak komunikasi panitia kepada MUI Provinsi dan MUI Maros. Sehingga aspirasi masyarakat masuk ke MUI Maros secara masif. Sementara lomba tersebut mencoreng citra Maros sebagai kabupaten yang paling banyak pondok pesantrennya (religi);

3. Ketua PORDI Sulsel memohon maaf atas terlaksananya lomba sementara mereka tidak sempat mohon pandangan dan pendapat para tokoh agama di Maros;

4. Ketua PORDI berjanji tidak akan menempatkan lagi turnamen domino di Maros selama ia masih menjadi ketua (Andi Baso Ryadi Mappasulle).

Forum Musyarawah MUI"

Demikian ulasan penulis tentang hasil rapat tersebut. Intinya apa yang diresahkan tokoh agama. Lalu keberatan dengan lomba domino tersebut adalah hanya semata menjalankan tugasnya sebagai penjaga agama dan pelayan umat.

BY: Hamka Mahmud Seri 783. Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da'i Siber Indonesia)  HP: 081285693559

Previous
Next Post »
0 Komentar