Dua Benda Langit Berbeda, Sehingga Dua Awal Ramadhan Berbeda

23.03 Add Comment

 Hamka Mahmud*

Sudah menjadi fitrah, penetapan awal Ramadhan di Indonesia sering berbeda. Ada yang lebih dahulu dan ada yang belakangan. Hal itu sudah terjadi sejak Indonesia merdeka, bahkan sebelumnya. 

Kenapa demikian?

Menurut penulis, karena adanya dua benda langit yang ditakdirkan Allah sebagai pedoman dan penanda rotasi pergantian hari, pekan dan bahkan tahun, yakni.

{ هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلشَّمۡسَ ضِيَآءٗ وَٱلۡقَمَرَ نُورٗا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَۚ 

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). QS. Yunus: 5

Matahari dan Bulan disebut ayat di atas adalah dua benda langit yang penulis maksud. Selama ia ada di atas kepala kita dan selama insan mengadopsi dua metode yakni hisab dan rukyat. Maka potensi akan berbeda penetapan awal dan akhir Ramadhan terus bergulir dan bergelinding. Sebagaimana tatap bergulirnya waktu setiap saat.

Karena eksistensi dua benda langit tersebut. Sehingga populer dengan istilah metode hitungan kalender syamsiah dan metode hitungan kalender qamariah. Sunatullah, satu  berpatokan matahari dan satunya berpatokan bulan.

Argumen lain, bahwa Allah tetapkan dua metode menghitung didalam pergantian hari, pekan dan bulan yakni di kisah Ashabul Kahfi. Pada kisahnya disebutkan ada dua angka dipisah yakni 300 tahun dan 309 tahun. Berikut ayatnya,

{ وَلَبِثُواْ فِي كَهۡفِهِمۡ ثَلَٰثَ مِاْئَةٖ سِنِينَ وَٱزۡدَادُواْ تِسۡعٗا }

Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun. QS. Al-Kahfi: 25.

Pertanyaannya kenapa ada dua jumlah angka yang dipisah yakni tigaratus dan ditambah sembilan tahun? Kenapa tidak langsung disebut Ashabul Kahfi tidur 300 tahun lamanya di dalam goa tidur?

Jawabannya adalah karena adanya dua metode tersebut. Sehingga ada dua versi perhitungan yaitu 300 dan 309 tahun. Hal ini menurut penulis Tafsir Al-Munir, yakni Prof. Wahbah Zuhaili. Menurutnya versi 300 tahun adalah metode kalender syamsiah. Sedangkan versi 309 tahun adalah kalender qamariah. Hal ini diungkap dari salah satu dari tiga karya kitab tafsirnya yakni berjudul Al-Mausuah al-Qur'aniyyah al-Muyassarah. 

Nah, dengan diketahuinya dua versi perhitungan kalender tersebut. Maka kemudian bagaimana sikap seorang muslim dengan adanya perbedaan penetapan awal masuk Ramadhan 1445 Hijriyah?

Jawabannya adalah mentolerir dan tak membesar-besarkan perbedaan yang telah sering terjadi. Jangan sampai seperti di Ramadhan 1444 H lalu. Ada yang menyalahkan dan mengklaim diri paling benar, lalu melontarkan ancaman di media sosial. Ingin memenggal kepala yang berada dengan dirinya dalam pelaksanaan Idul Fitri 1444 H. Karena mengancam secara vulgar. Maka kemudian ia dilaporkan ke aparat hukum. Ia pun ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara serta dipecat tempatnya bekerja.

Menyudahi Saling Menyalahkan

Mengamalkan apa yang diyakini kebenarannya dan tidak sinis pada yang tidak sepaham adalah cara sikap terbaik saat ini. Terutama menumbuhkan dan memelihara sikap toleransi. Baik itu, toleransi antar umat beragama dan toleransi internal umat beragama.

Penulis meyakini, bahwa boleh jadi Allah menerima kedua-duanya di dalam pelaksanaan penetapan awal Ramadhan. Dalilnya adalah kisah para sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang berada dalam pelaksanaan shalat Azhar. Ketika diinstruksi oleh Nabi Muhammad ﷺ agar mereka shalat di Bani Quraizhah. Namun terjadi silang pendapat.

Ada yang shalat di perjalanan dan ada yang shalat di Bani Quraizah. Ketika kemudian perselisihan itu diadukan pada Nabi Muhammad ﷺ  Maka kemudian tidak ada yang disalahkan. Karena boleh jadi Nabi telah mengetahui, mereka semua berada disikap yang benar. Karena motifnya mereka mengerjakan ibadah yakni ikhlas semata kerena Allah. Tidak karena yang lain.

Hal ini pula yang mesti mendorong kita semua melaksanakan ibadah puasa di 1445 Hijriyah. Yaitu berniat ikhlas karena Allah awali puasa pada hari Senin, 11 Meret 2024. Juga berniat ikhlas karena Allah yang mengawali puasanya pada hari Selasa, 12 Maret 2024 M. 

Satu hal yang harus dihindari yaitu jika berniat puasa bukan karena Allah. Seperti mengatakan di dalam hati, "saya berniat puasa karena mengikuti ormas ini dan ormas itu."  Lalu di dalam hatinya tidak terpatri niat berpuasa karena Allah. Maka menurut penulis, berniat seperti ini merusak amalan ibadah puasanya. Karena bukan karena Allah ia beribadah. Wallahu 'alam Bissawab.

TUMBUHKANLAH SIKAP TOLERAN  PADA PERBEDAAN DAN BERSATU DALAM AKIDAH POKOK AGAMA ISLAM

BY: Hamka Mahmud Seri 811. Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da'i Siber Indonesia) Doktor Bidang Dakwah Siber Polri.  HP: 081285693559

Penceramah Takziah yang Mentakziahi Dirinya Sendiri

16.39 Add Comment

Hamka Mahmud*

Penyampaian ceramah takziyah  kali ini, terasa hambar dan  hilang ruh penyemangatnya. Sebab yang ceramah takziyah, ia juga sedang dirundung duka. Tidak kebetulan, kadarullah. Seandainya ajal dapat diketahui, bahwa ia akan datang kepada Bapak penulis.

Foto Bapak Penulis saat ibadah umrah Januari 2023

Mungkin malam Senin, 3 Maret 2024 tidak beranjak dari rumah menuju Kecamatan Moncongloe atas undangan sahabat Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros yakni  Ustadz Usman Arumbia, S.Pd.I. Sebelum berangkat ceramah takziah Bapak penulis meminta didoakan, sebab ia merasa sakit sesak napas. Penulis ikuti permitaanya, setelah itu pamit. Ia pun mengizinkan. Ternayata kemudian di perjalanan berita duka datang dari sitri penulis. 

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّاۤ إِلَیۡهِ رَ ٰ⁠جِعُونَ 

, "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). QS. Baqarah: 156.

Bapak penulis lahir ketika sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya pada tanggal 1 Juli 1940. Diberi nama Mahmud Dg Maudu. Lahir dan dibesarkan tepat di kampung yang saat ini berdiri masjid Al-Markaz Maros yakni Buttatoa. Dari Bapak yang bernama Daeng Mammu dan ibu bernama Daeng Tima. Sembilan bersaudara 8 laki-laki 1 perempuan.

Bapak penulis saat bertolak di Bandara Sulatan Hasanuddin untuk pergi umrah

Amal Jariyah Besar:

1. Alirkan Listrik Lintas Provinsi 

Bapak pernah bercerita bahwa ia yang pernah bekerja membangun dan memasang rangka tiang listrik tegangan tinggi. Disebut SUTET (saluran listrik udara) yang melintas antara provinsi di Sulawesi Selatan. Dari pengalaman tersebut, Bapak penulis berani melilit kabel yang telanjang dengan tangan tampa dialasi sarung tangan tak disengat listrik.

2. Turut Serta Membangun Masjid Al-Manar Kassi

Di kawasan tempat tinggal penulis berdiri sebuah masjid bernama Al-Manar. Ketika dibangun tahun 1970 an atau 1980an. Bapak yang menjadi tukang yang paling banyak berkontribusi hingga masjid dapat dipakai shalat berjamaah. Pernah ia bercerita pada penulis, bahwa ia tidak pernah berharap upah saat bekerja membangun masjid tersebut. 

Sayyid Abdul Muttalib Assaqaf Puang Lallo ayah dari almarhum mantan Kepala Kemenag Maros S. Muhammad Rijal Assaqaf yang memanggil bekerja membangun masjid terbesar kala itu di kampung tempat kelahiran penulis. Karena khidmatnya pada tokoh Tarekat tersebut hingga tidak berharap upah.



Bapak penulis bersama kakak, dan ipar serta keponakan saat umrah

3. Menyerahkan Sebagian Rumah Jadi Tempat Rehabilitasi Narkoba

Penulis menjadi pendakwah aktif bahaya narkotika tidak lepas dari dukungan Bapak. Ketika penulis memiliki ide membangun rumah damping, yang diperuntukkan bagi klien rehabilitasi narkotika dan juga mantan narapidana kasus narkoba yang ingin ikut program rehabilitasi. Bapak tampa ragu, menyerahkan lantai dua rumahnya untuk menjadi kamar-kamar yang ditempati para korban narkoba. Berkat dukungan tersebut, penulis berhasil merehab mantan napi kasus narkoba yang kini sukses dan mandiri. Ada yang jadi pengusaha madu, guru TPA dan menjadi imam masjid.

4. Mendirikan Pondasi Masjid Da'i Kamtibmas.

Waktu itu, di tahun 2015. Ditemani Kapolsek Turikale Kompol M. Idris, kakek H. Abdul Salam Dg Situju, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pettuadae Aiptu Suardi. Meletakkan batu dan menyiram semen ketika pondasi masjid Da'i Kamtibmas dibangun. Tidak hanya itu, bapak penulis turut serta memasang batu bata satu persatu dan juga tempat wudhu murni semuanya hasil kerja keras polesan tangan terampilnya. 

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ -١٢٧- 

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Isma‘il, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. QS. Al-Baqarah: 127

Peletakan batu pertama pembangunan masjid Dai Kamtibmas oleh Kapolsek Turikale

Berkat kontribusinya hingga tuntas dibangun hingga dilirik jenderal bintang dua meresmikannya. Yakni Irjen Pol Dr. H. Anton Charliyan, MPKN. Pada tanggal 6 Juni 2016. Saat penandatangan prasasti hadir Bupati Maros, Ketua DPRD Maros, Ketua MUI Maros, dan segenap tokoh masyarakat dan pemuda.

Penulis yakin karena amal jariyah tersebut. Sehingga proses sekarat mautnya berjalan mudah. Wafatnya tidak disangka-sangka, ia masih sering ke sawah dan ke kebunnya. Kalau penulis tidak ada, Bapak yang jadi imam masjid. Matanya tidak buram. Mengaji dengan mushab Alquran tampa kacamata selama ini selalu dilakukan.

Persemian masjid Dai Kamrtibmas oleh Kapolda Sulsel

Pengungkapan amal jariyah Bapak adalah cara penulis mengamalkan Hadist Nabi Muhammad ﷺ,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اذْكُرُوا محاسن مَوْتَاكُمْ، وَكُفُّوا عَنْ مَسَاوِئِهِمْ

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Sebutlah kebaikan orang-orang yang telah wafat di antara kalian dan cegahlah untuk menyebut keburukan mereka” (H.R. Tirmidzi)

Bapak penulis wafat meninggalkan ibu yang saat ini mengalami buta semenjak pulang ibadah umrah bersamanya. Bapak meninggalkan 5 putra putri. Dan puluhan cucu dan cicit. Kepada pembaca tulisan ini jika ada khilaf dan salah bapak penulis. Mohon dimaafkan, dan jika ada sangkutan piutang atau janji yang belum ditepati. Berharap menghubungi kami putra putrinya.

Semoga Allah Subhana wata'ala menerima amalnya, mengampuni dosanya, menjadikan kuburnya taman dari taman-taman surga. Amin Ya Rabal 'alamin

AYAH SOSOK YANG BERKORBAN SEGALA HAL UNTUK ANAKNYA AGAR TUMBUH DEWASA MAKA DARI ITU WAJIB BERBAKTI PADANYA

BY: Hamka Mahmud Seri 810. Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da'i Siber Indonesia). Doktor Bidang dakwah Siber Polri.  HP: 081285693559


Bertabur Berkah Selama Kuliah S3 Di UIN Alauddin (Sesi 3)

17.58 Add Comment

 Hamka Mahmud*

"Kuliah di S3 susah masuknya dan susah keluarnya". Inilah momok yang membuat tidak banyak orang ingin masuk kuliah S3. Ungkapan ini populer. Karena untuk mendaftar mahasiswa syaratnya berat yakni harus berijazah S2 dan memiliki nilai tes toefl dan toafl dengan skor minimal 400 atau tergantung syarat minimal nilai yang ditetapkan setiap kampus. Ada yang sampai 500 nilai skornya minimal.


Suasana ujian kualifikasi hasil disertasi penulis di ruang Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Setelah menempuh kuliah tatap muka empat semester. Kemudian menulis disertasi. Waktu diwisuda ada seorang wisudawan duduk di depan penulis mengekspresikan rasa senangnya dengan berkata. "Lega rasanya diwisuda hari ini. Seperti kurasa keluar dari penjara." Ungkapan ini, sudah cukup menjadi gambaran bagaimana susah dan beratnya menyelesaikan kuliah S3.

Sebab menyelesaikan disertasi berat. Membutuhkan ketabahan dan keteguhan serta kesabaran tinggi. Agar tidak mengalami stres atau sakit menyebabkan diopname. Banyak mahasiswa S3 terserang penyakit psikis dan fisik, dipriode menuntaskan penulisan disertasi. Sehingga itu, ada mahasiswa sudah 5 tahuh bahkan ada 10 tahun masih berstatus mahasiswa S3.

Penulis setelah melewati tes masuk dan menjalani perkuliahan semister satu perlahan lahan berkah
sebagai mahasiswa tercurah. Sambil kuliah pun juga menjadi pendakwah di Lapas dan Rutan. Aktivitas dakwah  dan penyuluhan itu sepertinya, mengundang berkah sebab Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda bahwa seseorang pengajarkan kebaikan senantiasa didoakan banyak makhluk.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Sesungguhnya Allah, para malaikat Nya, penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” HR. Tirmidzi.

Kegiatan dakwah penulis di Lapas Kelas 1 Gunung Sari Makassar sejak tahun 2016 hingga saat ini

Berkah kedua, ditawari beasiswa dari Yayasan Hadji Kalla. Perbuatan kebaikan yang kita lakukan berefek resonansi. Hal ini adalah lanjutan dari efek diberitakan oleh majalah Tempo. Tiba-tiba ada seorang yang mangaku dari utusan Hadji Kalla. Ia memperkenalkan diri lewat obrolan via WhatsApp. Mengajak bertemu di suatu warung kopi di Kota Makassar.

Kemudian menanyakan dimana dapat nomor kontak penulis? Ia jawab bahwa dari pimpinannnya, yang diberikan oleh pegawai kantor Kemenkumham dan ia  membaca berita kegiatan dakwah penulis di majalah Tempo edisi lebaran tahun 2021. 

Setelah obrolan via WhatsApp, lalu janjian ketemu disalah satu warung kopi. Ketika bertemu, seolah-
olah penulis seperti berhadapan dengan jin lampu dalam kisah lawas Aladin. Sebab utusan Yayasan Hadji Kalla tersebut menanyakan apa yang bisa dibantukan pihak yayasan? Maka kemudian mengutarakan harapan. Yakni mohon dibantu biaya kuliah S3 dan juga kegiatan dakwah di Lapas dan Rutan. Ia kemudian mengarahkan penulis membuat permohonan dalam bentuk proposal. Tak menunggu lama setelah berkas diserahkan. Dana biaya kuliah semester satu dicairkan. Nominalnya mencukupi untuk membayar satu kali SPP. 

Suasan bimbingan rohani/ceramah penulis masjid Al-Ichasan Lapas Narkotika Sungguminasa 

Perasaan lega setelah dana SPP dibayarkan. Ancaman tidak dapat mengikuti kuliah selanjutnya tidak jadi momok lagi. Sebab dibayar tepat waktu. Karena apa bila SPP tidak dibayar, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan non aktif oleh pihak kampus.

Lanjut ke kisah berkah disemester dua yakni biasiswa dari zakat Bank Syariah Indonesia...

BY: Hamka Mahmud Seri 809. Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da'i Siber Indonesia) Doktor Bidang Dakwah Siber Polri.  HP: 081285693559

Bertabur Berkah Selama Kuliah S3 Di UIN Alauddin (Sesi 2)

15.57 Add Comment

Hamka Mahmud*

Ketika penulis tamat S2 di UIM Al-Gazali bertepatan merebaknya wabah Covid-19. Hal ini menjadi sebab kampus almamater penulis melakukan lockdown atau isolasi. Dikarenakan waktu itu ada dosen atau stap kampus yang terpapar covid. Sementara sebagian berkas persyaratan mendaftar mahasiswa S3 non reguler sudah dipenuhi. Sisa lampiran fotocopy ijazah S2. Ini wajib ada, akan tetapi waktu itu tidak memungkinkan dikerenakan tidak terbuka pelayanan.

Penulis saat wisuda ditemani istri yang biasa disapa Ummu Fadhel 

 Strategi yang lakukan untuk meyakinkan pihak stap Pascasarjana UINAM yakni memperlihatkan tesis saat penyerahan berkas. "Mana fotocopy ijazah S2nya Pak?" Tanya stap tersebut. "Mohon maaf lagi lockdown kampus saya saat ini bu. Jadi tidak bisa mengurus ijazah"  Jawab penulis. "Bagaimana bisa anda dipercaya telah selesai S2 jika tak ada lampiran ijazah?" Ketusnya dengan kritis. Kemudian penulis perlihatkan satu ekslampar naskah tesis yang telah dijilid rapi. Ia lalu membuka-buka isinya.

Di dalamnya terdapat pengesahan empat sosok dosen dan pejabat UIM. Yakni Direktur Pascasarjana, Dr. H. Abd Rahim Sanjata, MA., Prof. Dr. H. Tahir Malik, M.Si., yang merangkap penguji berpasangan Dr. H. Arfah Sidik, MA. Pembimbing 1 Prof. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., dan pembimbing 2 Dr. H. Zainuddin Hamka, M.Ag. Ketika ia melihat pengesahan itu, seketika berucap, "Ini saja lembaran pengesahan di tesis yang di fotocopy, kemudian lampirkan di berkas." Tutur arahan stap Pascasarjana tersebut.

Faktor ketiga, penulis lanjut S3 dan tak jeda adalah dikarenakan ilmu tentang teori-teori penelitian masih fresh di ingatan. Sehingga menurut sebagai penuntut ilmu, sebaiknya hal tersebut terus diasah dengan lanjut kuliah ke jenjang berikutnya. Sebab jika istirahat, maka butuh waktu dan proses mengingat-ingat  kembali teori tentang penelitian karya ilmiah. Olehnya itulah, hanya butuh satu bulan lebih penulis jeda status mahasiswa S2. Kemudian melanjutkan mendapat kartu tanda mahasiswa S3.

Berkah-Berkah Yang Diraih Saat Kuliah Semester Pertama:

Berkah kerap didefinisikan yaitu menetap atau bertambahnya suatu kebaikan. Karena itu, penulis akan urai dan rinci berkah yang diraih ketika di semester satu hingga akhir. Bahkan ajaibnya hingga 25 hari sebelum status alumni UINAM diraih. Masih mengalir berkah yaitu dapat kiriman uang dari Presiden RI Joko Widodo yaitu cair dana 50 juta pada tangga 16 Januari 2024.

Perkuliahan perdana dibuka oleh Rektor UINAM Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D., berlangsung lewat zoom pada 27 Februari 2021. Kuliah awal tersebut diikuti seluruh jenjang mahasiswa yang diterima tahun tersebut. Karenakan diawali kuliah via daring dan penulis pilih  mahasiswa non reguler, sehingga semua perkuliahan tatap mukanya lewat zoom meeting. Sehingga ada istilah populer, "sarjana covid atau doktor covid". Bahkan waktu itu, banyak mahasiswa S3 yang ujian promosi doktornya di ruang siber.

Promotor dan penguji disertasi serta penonton ujian semuanya dikumpulkan melalui satu media bernama dunia maya atau ranah siber. Platfrom pertemuannya yakni biasanya menggunakan aplikasi zoom meeting atau terkadang pakai google meeting. Penulis sempat ikut dan menyimak ujian promosi beberapa mahasiswa senior menggunakan media siber tersebut. Kelihatannya seru dan juga semarak, meskipun tidak tatap muka langsung.

Berkah  pertama,  diberitakan oleh majalah Tempo. Kebaikan biasanya datang atau diraih, beririsan dengan adanya aktifitas yang dikerjakan. Karena itu, jangan ragu lakukan kebaikan setiap saat. Termasuk kebaikan menempuh perkuliahan dan hal baik lainnya. Sebab  hal itu memiliki efek karambol dan domino.

Cover Majalah Tempo yang pernah meliput kegiatan dakwah penulis di Lapas Narkotika Sungguminasa

Waktu itu, penulis tidak menyangka ditelpon seseorang. Ia mengaku jurnalis dari majalah terkemuka dan terbesar di Indonesia yakni Tempo. Meminta untuk wawancara terkait aktivitas penulis sebagai aktivis yang aktif berdakwah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Kabupaten Gowa.

Majalahnya sedang membuat liputan khusus Ramadhan yang akan terbit pada edisi Idul Fitri 1442 Hijriyah waktu itu. Ia ingin meliput kegiatan beberapa Lapas dan Rutan di Indonesia yang menggunakan metode pendekatan nilai-nilai agama dalam membina warganya. Wartawan tersebut mendapat rekomendasi tentang penulis untuk diwawancara dari pihak pegawai Kementerian Hukum dan Ham.

Ia juga meminta kepada penulis data mantan napi yang telah hijrah dan kembali diterima masyarakat. Maka kemudian penulis berikan informasi beberapa sosok mantan jamaah pengajian penulis di masjid Al-Ichsan Lapas Narkotika yang Allah angkat derajatnya. Sebab menjadi imam di suatu masjid besar di Sulawesi Selatan.

Tidak menyangka, beberapa lama kemudian. Setelah terbit majalah tersebut. Penulis mendapatkan efek sangat positif atau berkah. Sebab tiba-tiba ada perwakilan seorang karyawan NGO yang memiliki reputasi tinggi, ingin bertemu. Ia menawari kerja sama salah satu program. Ajaibnya ia akan turut serta membantu biaya perkuliahan penulis.

Kisahnya berlanjut ke sesi 3.

BY: Hamka Mahmud Seri 808. Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da'i Siber Indonesia) Doktor Bidang Dakwah Siber Polri.  HP: 081285693559


Bertabur Berkah Selama Kuliah S3 Di UIN Alauddin (Sesi 1)

19.58 Add Comment

Hamka Mahmud*

Ada banyak kesan baik penulis dapat selama kuliah di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Masa 2021-2024. Karena itu, sejak berlalu enam hari penulis bersama 750 orang lainnya sah dinyatakan sebagai alumni saat wisuda Selasa, 20 Februari 2024. Ingin dituangkan ragam pengalaman unik bahkan ajaib selama kuliah hingga tamat. 

Ajaib, sebab berbekal hanya tekat dan nekat. Nekatnya adalah hanya penyuluh honorer di Kementerian Agama Kabupaten Maros yang bergaji 1 juta. Bahkan tahun ini di 2024 dipotong jadi 750 ribu, tetapi bisa selesai dengan IPK 3.98 serta meraih predikat cumlaude. Dan jika direngking penulis peringkat kedua lulusan terbaik angkatan wisuda 102.

Tulisan ini, bisa saja menjadi buku kelak, yang judulnya belum jelas. Akan tetapi, jika pembaca nantinya mengirim saran dan usulan judul yang dirasa tepat. Maka penulis akan berikan hadiah. Dua atau tiga karya buku penulis sebelumnya yang telah terbit nasional yang diberi apresiasi pejabat pusat.

Daftar nama dan nilai IPK serta predikat alumni wisuda angkatan 102 UINAM tahun 2024

Yakni: Ini Jalanku Da'i Kamtibmas Sebuah Pengabdian, DANI (Da'i Anti Narkotika), dan STRATEGI DASI POLRI DALAM MEWUJUDKAN KAMTIBMAS: Role Model di Era Siber Kemitraan Polisi dengan Da'i dan Penyuluh saat Pemilu serta setelahnya.

Baik, penulis mengawali kisah dari asbab hingga kuliah S3 di UINAM. Yakni, waktu itu seorang dosen dan juga penguji karya tesis saat kuliah di Universitas Islam Makassar Al-Gazali (UIM) jurusan manajeman pendidikan. Yaitu Dr. H. Arfah Sidik, MA., mengkritik judul tesis. Sebab terkesan menajeman dakwah. Dan bukan manajemen pendidikan. Tapi beliau tetap mengesahkan tesis saat ujian munaqasyah kala itu. 

Lalu berucap, "Sebenarnya hebat judul kamu ini, tapi kamu kuliah di menajeman pendidikan. Nanti kalau kuliah S3, dikembangkan judulnya dan pasti itu menarik. Sebab kamu punya kemampuan menulis yang baik." Ujarnya waktu itu. Ia telah wafat. Semoga mengalir pahala amal jariyah dari usainya penulis kuliah S3. Dan sesuai prediksinya bahwa menarik tulisan penulis. 

Cover buku disertasi penulis yang menjadi buku umum diapresiasi oleh mantan KAPOLRI/Menteri Dalam,Rektor UINAM dan Kepala Kemenag Maros dengan memberikan kata sambutan 

Sebab diatensi oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan pihak kampus memberi tempat ujian promosi doktor di lantai 4 gedung rektorat UINAM. Mungkin untuk angkatan 102 hanya penulis  yang diberi tempat ujian promosi di gedung tersebut. Lainnya di gedung PPG (Pendidikan Profesi Guru). Dan yang paling menarik adalah stasiun televisi nasional Kompastv undang bincang-bincang di studionya. Hal yang berkaitan dengan isi disertasi karya penulis.

Ini dosen pertama yang inspirasi hingga nekat kuliah S3 tampa saldo uang memadai. Dosen kedua yakni Prof. H. M. Galib, MA. Dosen mata kuliah tafsir Alquran semasa di S2. Ia menjabat direktur Pascasarjana. Waktu itu, penulis iseng chat lewat WA bahwa ingin kuliah S3. Sambil memperkenalkan diri bahwa pernah diajar. Tiba-tiba respon dengan positif. Jejak isi percakapan masih tersimpan di HP, "Iye, saya tunggu di Pasca UIN". tulis dosen mata kuliah tafsir maudhui' semasa S3.

Sambutan hangat tersebutlah yang menguatkan nyali melangkah ke pintu gedung Pascasarjana UINAM. Mendaftarkan diri mahasiswa S3. Penulis sebut nyali, sebab jika tak punya nyali kuliah S3 mungkin tak pernah merasakan hiruk pikuk dan dinamikanya. Ketika penulis daftar, ternyata lulus. Pada hal ijazah S2 tidak disetor. Mungkin satu-satunya mahasiswa yang diterima lalu tak lampirkan ijazah S2 saat mendaftar. Kenapa,? 

Jawabannya lanjut di sesi 2.

* BY: Hamka Mahmud Seri 807. Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da'i Siber Indonesia) Doktor Bidang Dakwah Siber Polri. HP: 081285693559

Cover dua buku penulis dibidang dakwah/penyuluhan KAMTIBMAS dan NARKOTIKA: