Kampanye Berhenti Minum Miras Polda Sulut

09.18
Polda Sulut membuat program Brenti jo Bagate, Behenti minum miras. Cuma kampanya ini dibalas oleh masyarkat dengan spanduk dimobil angkot, yang tertulis Torang dulu brenti  (Anda Dulu berhenti).
Ide ini Brenti jo Bagate  sebenarnya yang menggas iyalah Direktur Narkoba Sulut . Hal  ini di dapatkan imfonya sewaktu ketum TCM silaturrahim Kemapolda sulut (Studi Banding) melihat, mengamati dampak dari budaya minum miras. Setelah diterima di ruangan Kapolda, Hamka Mahmud diarahkan untuk bertemu Dirbinmas sulut, Kombes Doddiy. Di ruangan kapolda sulsel saat  antri menunggu giliran bertemu Kapolda didalam ruangan tersebut ada tokoh masyarakat sulut, mantan Dosen SIP Malang. Jon Tumengkol beliau ingin bertemu kapolda. Karna anak beliau ditangkap akibat Tarkam (perkelahian antar kampung), anak beliau sempat buron beberapa bulan. Ketum TCM menanyakan apa sebab anak bapak melakukan Tarkam ? Apalagi kalu bukan mabuk mabukan, disini itu Pak ada kebiasan orang minum miras cap tikus. Mereka sehabis minum buat onar dan memicu terjadinya perkelahian antar kampung. Ini yang susah diberantas di manado ini pak, kebiasaan minum miras yang tidak terkendali. Anak saya sempat melarikan diri ke Bitung. beberapa bulan DPO namun tercium kebaradaanya oleh petugas  tertangkap. Setelah dikantor polisi dalam Sel anak saya prustasi ingin bunuh diri, dengan cara  membenturkan kepalanya ditembok. Tujuan saya ketemu dengan Kapolda untuk mengadukan kasus yang menimpa anak saya, sebab ada yang tidak beres dalam peroses hukumnya.

Peristiwa lain juga dijumpai Ketum TCM, saat malam minggu, tgl 07-06-2015 sekolompok masyarakat pesta miras semalam suntuk bahkan sampai pagi , hingga terbit matahari. Para pemabuk berteriak-teriak, memutar musik yang sangat besar volume suaranya hingga mengganggu tetangga yang ingin istirahat. Apa lagi bertetangga dengan pesantren Darul Istiqamah Cab. Manado. Kata seorang Guru pesanteren tersebut, luar biasa orang disini, mereka seenakanya memutar musik, utamanya kalau malam minggu terlebih malam tahuan baru. 

Budaya seperti ini sudah menular sampai makassar, bahkan dimaros  pernah terjadi, waktu malam pergantian tahun 2014 masuk 2015 diterminal tidak jauh dari polsek Turikale, waktu itu Dai Kamtibmas pulang dari ceramah salah satu perkumpulan Club/ Geng Motor dimaros. Tiba-tiba perjalan pulang mencoba melihat-lihat suasana keramaian pergantian tahun, tenyata di sekitar teminal, tepatnya di Ruko yang berhadapan dengan bangsampah, didepan kantor Gakoindo terjadi pesta miras plus musik elektron yang kelihatanya baru tahun ini ada pergantian tahun, orang pendatang menampakkan secara terang-teranagan pesta mirasnya. Ketum TCM, Lansung bereaksi, tetapi melihat situasi tidak tepat menceramahi mereka. Lantas memutuskan untuk melapor kepolsek terdekat. Di dalam ruangan Polsek Ketum TCM bertemu langsung dengan kapolsek, sebelum melaporakan kejadian, Dai kamtibmas memperlihatkan surat dukungan Yayasan Tanggap Cegah Mirasantika diantara surat dukungan tersebut :
1. Kopolres Maros
2. Komandan Kodim
3. Ketua DPRD 
4. Kakandepag Maros
5. Komadan Yonif Brigif 431 Kostrad Kariango
6. Pimpinan Pompes DDI Mangkoso
7. Ketua BNN Kab. Maros
8. Kepala Dinas Sosial
9. Sertikat  Dai Kamtibmas 
10. Dan banyak dukungan lisan dari tokoh masyarkat



Pada saat surat penguat/dukungan aktiftas kampanye larangan miras dan narkoba telah diperlihatkan ke Kapolsek tujunnya untuk meyakinkan beliau. Tiba waktunya melaporakan pesta miras yang tidak jauh dari kantor Polsek turikale. Pak Kapolsek tolong hentikan pesta miras yang tidak berizin tersebut dikampung kami ini pak, kami tidak mau  nanti masyarakat yang bubarkan mereka seperti dulu pernah terjadi dikampung kami, kalau hal itu terjadi pasti terjadi bentrok. Kapolsek lansung  menggapi dan memanggil petugas piket malam itu untuk menindak lanjuti laporan. Sekitas 30 menit menunggu, Hamka Mahmud berucap, bagaimana  pak, saya pulang saja, apa kira-kira berhenti pesta miras tersebut ? Kapolsek iye berhenti itu, tapi sebenarnya tidak apa-apaji ini ust, apalagi malam tahun baruji, apa lagi susah juga di larang karna ada Oknum petugas juga disitu. O begitu, siapa orangnya pak ? sebenarnya Pak Kaposek ini sebab awalnya kerusakan masyarkat, yaitu pembiaran mengagap remeh suatu masalah. hingga kalau sudah besar  susah lagi dibendung karna  sudah melibatkan banyak orang.

Pada saat meninggalkan kantor Polsek ketum TCM masih curiga, kira-kira pesta miras ini belum berhenti. Kembali memutuskan untuk melintasi jalan tempat pesta tersebut. Tenyata betul tidak behenti, bahkan menjadi-jadi. Akhirnya menelpon Kepala lingkungan yang masih kerabatnya, tepatnya paman ketum TCM. Singkat cerita akhrinya  mengadu ke Kapolres AKBP HOTMAN SIRAIT. Beliau lansung merespon dan lansung turun ke TKP. cuma sepertinya pada saat Kapolres tiba dilokasi tidak ditemukan barang bukti miras, sebab menurut Hamka Mahmud sudah bocor imformasi bahwa kapolres turun lansung. Sampainya Kapolres di TKP tidak ada barang bukti miras yang didapat, lantas Kapolres menelpon, berucap selamat tahun baru Ust. iya pak, tidak ada pesta miras Ust ! seru beliau. Ada pak mungkin sudah di amankan mirasnya, karna katahuan Bapak turun lansung di TKP, saya memiliki Foto-fotonya pak. Hikmah dari  peristiwa ini Polres Maros mulai serius melakukan penangkapan miras yang menjadi sebab banyak peristiwa pembunuhan yang terjadi dimaros. Bahkan pernah ketum TCM diundang untuk memusnahkan miras di kantor Polsek Turikale. Cuma harapan ketum TCM hal ini dijalannkan dengan konsistem, terus menurus hinga masyarakat sadar dan takut melakukan pelanggaran Hukum dan menggangu orang lain.

Previous
Next Post »
0 Komentar