Bersatu Dalam Akidah, Toleransi Dalam Furuiyyah. Motto Milad Ke 50 th IMMIM

09.22
www.tcmirasantika.com--Ketum TCM menghadiri undangan oleh Ketua Umum Immim Prof Dr. Ahmad M. Sewang di acara milad ke 50 tahun immim. 40 Tahun Pesantren Immim. Undangan ini juga menandai Hamka Mahmud sudah terdaptar sebagi Muballig Immim dan insya Allah akan dimasukan dalam khatib dimasjid binaan DPP Immim. Pertemuan bersama  Prof Dr Qurais Shihab dan Prof Dr Ahmad M. Sewang 
Milad yang mengangkat tema dan ini juga menjadi Motto Immim yaitu ; Bersatu dalam akidah toleransi dalam furuiyyah (Cabang). Menghadirkan orasi ilmiyah Prof Dr Qurais Shihab. Belia juga mendapatkan gelar kehormatan sebagi Syekhul Muballig (Guru Besar Muballiq). Dalam ceramahnya Prof Dr Qurais Shihab menceritakan dan mengenang pendiri Immim almarhum KH Fadli Luran. Bahwa tujuan didirikan immin ini yang saya ingat bahwa menginkan memakmurkan masjid yang pada saat itu, tahun 1945 terjadi pergolakan pemerintahan diamana PKI menyebar pengaruhnya diseluruh indonesia, khususnya sulsel. Sementara ummat islam berpecah-pecah waktu itu dengan perbedaan faham yang tidak prinsip, maka lahirlah gagasan ini untuk menyatukan ummat islam khususnya dismasjid, tampa melihat siapa dan dimana organisasinya. 
Jadi motto immim ini sebenarnya kekuatan ummat dan masyarakat. Gampang tetapi pelaksanannya yang berat. Apa lagi saat ini banyak lahir aliran dan faham yang mengkafairkan dan menyalahkan, fadahal kalu kita mau hidup tentaram dan mau bersaudara, itu tadi dimulai dengan kata Laa "tidak" sebagimana bunyi ayat. surat Al-hujurat 11. dan begitu juga dalam hadis la taqdab, ba'dukum ala ba'ad.


" Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

Kebenaran itu bisa saja banyak, dalam kehidupan Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya. contohnya Sahabat Saiyidina Abu Bakar ra dan Sayidina Umar ra berbeda sosok Abu Bakar lembut, kata Nabi Seperti Nabi Ibrahim as. Sementara Umar Bin Khattab ra seperti Nabi Nuh as sosok yang tegas. Gunung saja berbeda tangginya, kandungannya. Jadi kalu ada orang yang memaksa orang untuk tidak berbeda maka ia keluar dari kodratnya yang diciptakan Allah Swt. Umar Bin Khattab pernah mengusulakan utuk memenggal Abdullah Ibnu Ubay tapi nabi tidak memenggalanya, karna Nabi Saw tidak mau dianggap bahwa beliau membunuh pengikutnya. Jadi nabi Muhammda saw menjaga imag dan hal ini Imam Al Qurtubi menukil dalam mengurai fitnah terhadap Sayydah Aisyah. Yang menyebar finah itu adalah Abdullah Bin Ubay dan Hasan bin tzabit ikut juga menyebar fitnah itu dan ia dihukum sementara Abdullah Bin Ubay tidak dihukum. Imam ALqurtubi bisa ditangguhkan hukuman itu tidiak semua harus di hukum sekarang hal itu, bisa ditunda, ini pendapat beliau dalam tafsirnya. Menghormati pendapat tidak otomatis kita ikut pendapat itu, sekarang ini perlu da perubahan orientasi salah satu diantarantya pendidikan dan bacaan kita harus barubah.   Imam Syatibi berkata; 
 " apabila anda mendapatkan  perbedaan pendapat dalam islam yang tidak membuat umat  islam  berpecah tetap bersatu  itulah islam, akan tatapi apabila anda mendaptakan perbedaan pendapat  dalam islam yang menibulkan perpecahan itu bukan dari islam"

Dr Abdul aziz kamil ketua dewan wakf mesir. dalam bukunya Al islam wal-Mustqbal ada tiga yang harus kita diprhailkan dalam berdakawah
1. Membentengi indipidu dan masyarakat, jangan sampai kebejatan 
2. Mendorong mereka dalam  meningkatkan produktifitas
3. Meningkatkan sisi akhlak dalam kehidaupan
Previous
Next Post »
0 Komentar