Menginisiasi Teradisi Baik di Kepolisian | Kajian Dai Kamtibmas Seri (23)

01.00
Awalnya spontan ide ini muncul, saat terjadi serah terima jabatan Kapolres lama AKBP Hotman Sirait SIK. SH. dengan Kapolres baru AKBP Lapry Prasetyono SIK. Begitu kami merapat pada sesi salam-salaman Kapolres Lama memperkenalkan kami pada Kapolres baru. Hari itu hari jum'at pagi. Saya lansung ajak Kapolres shalat jum'at di masjid almarkaz dan berkata." Pak jika ingin kami perkenalkan lansung kemasyarakat, kami ajak bapak shalat jum'at  di masjid Al Markaz Maros, kebetulan saya MC di sana pak". "Baik". kata pak Lapry. Tidak lupa saya minta nomer handphone beliau. 

Hari itu aku batalkan jadwal khutbah jum'at saya yang sudah terjadwal jauh hari, sebab ini lebih penting. Karna bersinerginya Dai dengan kepolisian dan dekatnya aparat dengan masjid. Sejarah baru, awal baru, teradisi baru yang baik jika dilestraikan karena tidak membutuhkan biaya untuk publikasi dan tidak repot-repot mengundang masyarakat mengundang memperkenalkan diri. 

Begitu  juga selanjutnya, pergantian Kapolres lama AKBP Lapry Perasetnyono SIK yang telah membantu pembangunan masjid Dai Kamtibmas ke Kapolres baru AKBP Eric Ferdinan SIK juga di perkenalkan masyarakat. Kedua Kapolres yang menyapa masyarakat di masjid sama redaksi pidatonya. "Kami pejabat baru, mohon dukungan dan sinergi kepada masyarakat, serta kami juga minta arahan dan petunjuk untuk memudahkan tugas-tugas kami baik dari tokoh-tokoh agama, masyarakat agar suasana damai dan tentram tercipta". Sebuah kalimat rendah hati dan mengayomi.

Pasca perkenalan Kapolres di masjis Almarkaz, tanggapan positif banyak di sampaikan kepada kami selaku MC waktu itu dari tokoh-tokoh, bahkan ada juragan empang yang jamaah aktif masjid Almarkaz meminta saya untuk mengundang Kapolres makan-makan ikan di empangnya, bagitu senangnya ada perkenalan itu, sambil foto2. Tetapi mohon maaf, sampai tulisan ini saya tulis, amanah Haji Puan Esa itu belum sempat kami sampaikan hingga Beliau Kapolres Lama AKBP Lapry pindah kemabes Polri.

Dalam buku. Konsep bid'ah dan toleransi fiqhi. Mengupas tentang tidak kakunya islam dan begitu fleksibel. Sesuai dengan hadits riwayat Muslim, Ahmad.

"Man sanna fil islami sunnatan hasanatan falahu ajruha wa ajru man 'amila biha ba'dahu min gayri an-yaqusu min ujuruhim syaiun". 

Siapa saja yang membuat sunnah dalam islam (sunnah yang baik), maka mendapat pahalanya dan mendapat pahala yang mengerjakannya setelah dia, tanpa mengurangi pahala orang yang mengerjakannya sedikit pun.

 ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ 

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah,

TERUSKANLAH KEBAIKAN-KEBAIKAN DAN BEKERJA SAMALAH, JANGAN MENGAMBIL JARAK, DENGAN BEGITU INSYA ALLAH NEGERI INI AKAN LEBIH BAIK.

Penulis : Hamka Mahmud

Previous
Next Post »
0 Komentar