Tebar DANI Untuk Mahasiswa ITB Kalla

19.20

 Hamka Mahmud*

Satu hal menarik dapat ditiru oleh kampus lain, dalam hal penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Kalla adalah ospeknya. Tidak melibatkan mahasiswa senior.

Penulis dan tim Tebar DANI berfoto di depan gudung tempat diospek mahasiswa ITB Kalla

Sejak beberapa tahun. Setiap kali ITB Kalla menerima mahasiswa baru. Maka mereka gembleng dan bentuk kepribadiannya sebagai mahasiswa baru oleh tentara. Kali ini yang penulis saksikan pasukan  Kostrad Brigif 3/Tri Budi Sakti yang bermarkas di Kariango Kabupaten Maros dilibatkan dalam ospek. Jumat, 29 September 2023 bertempat di gedung  DENPANDUTAIKAM (Detasemen Pandu Pengintaian Keamanan).

Dididik kedisiplinan, kekompakan, suka bekerja sama, mandiri dan memiliki kemauan kuat serta tidak mudah menyerah. Dan yang paling utama sifat dendam tidak tumbuh, serta hal-hal negatif yang biasanya ditularkan senior tidak didapatkan. Sebab antar senior dan junior tak bersinggungan lansung.

Penulis tanya pendamping yang bagian dari manajemen ITB Kalla. Mereka biasanya setelah selesai ikut ospek. Akan terjadi perubahan yang drastis dari kepribadiannya. Rajin ibadah, mandiri, disiplin dan kompak, taat pada aturan. Sampai ada orang tua mahasiswa kaget atas perubahan anaknya tersebut. Setelah ikut ospek yang dilakukan di markas tentara. Hal ini dituturkan pendamping mahasiswa ITB Kalla.

DANI Dilibatkan Ospek Mahasiswa

Tidak sulit bagi tim tebar Da'i Anti Narkotika memberi peringatan dan nasehat kepada Mahasiswa baru ITB Kalla. Sebab program Tebar Da'i dalam hal pencegahan narkotika digagas YHK adalah bagian dari kontribusi dan kepedulian terhadap masalah keagamaan oleh brand usaha Kalla Grup melalui Yayasan Hadji Kalla (YHK).

Mahasiwa ITB Kalla menyimak materi anti narkotika dari DANI

Penulis hanya komunikasi japri via WhatsApp oleh manajer program Tebar Da'i Salman Febriansyah lansung mengiyakan. Komposisi pemateri tantang peringatan bahaya narkotika di tim penulis sangat efektif. Sukri selaku pemberi testimoni bahaya narkotika sebab ia pernah dipenjara vonis 9 tahun. Dan penulis sebagai pembuat karya buku berjudul Da'i Anti Narkotika. Serta pemandu kegiatan yang juga merangkap fasilitator Ikhwan, M.Pd.

Kalau kampus-kampus lain di Kota Makassar begitu sulit rasanya tim penulis diberi kesempatan jadwal untuk ceramah yang mengingatkan mahasiswanya agar menjauhi dan tidak menyalahgunakan narkotika. Sampai ada anggota Polri bertanya kritis, "kanapa bisa?, Ada apa ya...?"  Tanya pada penulis. "Kok hal yang baik tidak disambut dan diberikan waktu pada anda...?". Tuturnya waktu itu, saat penulis diskusi terkait penyuluhan Kamtibmas. 

Dugaan sementara penulis masih ada segelintir civitas akademika yang berburuk sangka. Bahwa ada rekayasa dan sabotase atas kasus narkotika yang terjadi di kampus?. Lalu kemudian opini dan asumsi  sesat ini mempengaruhi yang lain. Sehingga masih dianggap sepele permasalahan narkotika di kampus. Dan dianggap tidak ada masalah.

Pada hal pengalaman penulis yang telah berdakwah lebih dari sepuluh tahun di Lapas dan Rutan. Sejak tahun 2006 hingga saat  ini. Dari pengalaman ini menemukan fakta, ada banyak oknum mahasiswa  meringkuk di penjara karena kasus penyalahgunaan narkotika.

Permasalahan narkotika di negeri ini sangat terang, seperti terangnya matahari di siang hari. Dan seperti purnama di malam hari. Buktinya pada tanggal 11 September 2023 Presiden RI Joko Widodo bersama Kepala BNN RI Komjen Pol Prof. Dr. Petrus R Golose dan didampingi Menkopolhukam Prof. Mahfud MD, Kapolri Jenderal Polisi Sulistyo Sigit Prabowo, Menteri Hukum dan HAM Prof. Yasona H. Laoly. Melakukan rapat terbatas (RATAS) terkait narkotika yang terus meningkat penyalahgunaanya.

Hasil rapat tersebut memutusakan bahwa penanganan kasus narkoba di Indonesia sama dengan stunting. Artinya melibatkan seluruh instansi dan lembaga negara. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNN RI saat jumpa pers yang disiarkan oleh kanal YouTube Sekertaris Presiden setalah RATAS.

Dalam jumpa pers tersebut Kepala BNN RI menyampaikan ada sepuluh provinsi yang ditangani serius. Satu di antaranya adalah Sumatra Utara. Penulis menduga, sekalipun tidak disebut provinsi Sulsel oleh Kepala BNN RI. Akan tetapi berpendapat satu dari sembilan yang tidak ungkapkan, Sulsel ada di antaranya. 

Analisa penulis berdasar. Sebabnya adalah Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan kejahatan. Dari bandar narkoba terbesar di Asia Tenggara yakni Fredy Pratama. Salah satunya adalah warga Sulsel kaki tangannya yang berasal dari Kabupaten Pinrang, berinisial S. Istrinya selebgram berinisial NU telah diciduk polisi. Dan dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dengan nilai transaksi lebih 6 miliar. Sebab ia menampung uang transaksi narkotika dari suaminya.

Faktor inilah juga, hingga bertekat  dan mendorong untuk membentuk segera Dewan Pimpinan Pusat Da'i Anti Narkotika (DPP DANI) Yayasan Tanggap Cegah Mirasantika. SKnya kepengurusan telah dikeluarkan oleh dewan pembina Yayasan TCM Ahad, 24 September 2023. Saat ini, dalam tahap mengurus surat keterangan terdafatarnya di Kesbanpol Provinsi Sulsel.

Tebar Da'i Sudah Tiga Bulan Terimplementasi.

Bulan Juli, Agustus, dan September implementasi program Tebar Da'i Anti Narkotika yang digagas oleh Yayasan Hadji Kalla sudah 25 kali. Dengan rincian; jemaah masjid 11 kali, siswa SMK dan SMA 12 kali, mahasiswa 2 kali. Jumlah yang menerima mamfaat program tebar DANI berdasar daftar hadir. Sebab ada juga enggan mengisi daftar hadir saat ceramah. Daftarnya:

1. Bulan Juli 504 orang 

2. Bulan Agustus  677 orang

3. Bulan September  744 orang 

Masih tersisa 15 kali ceramah untuk bisa menuntaskan program. Sebab total target 40 kali selama  tahun 2023. Harapannya semoga yang tersisa 15 kali tersebut, saat bersurat di kampus ingin isi materi ceramah pada mahasiswa. Tidak lagi terbelit birokrasi. Penulis salut dengan sambutan sekolah-sekolah. 

Kepala SMK Negeri 7 Makassar Drs. Herwelis, M.Pd., menerima wakaf buku DANI

Begitu ketua tim lapangan bersurat lansung disetujui, dan memberikan tempat, serta siswanya untuk diberi imun agar menolak virus narkoba. Salah satu sekolah yang sangat sambut baik sambutannya yakni SMK/SMAK Pampang. Sejak tahun 2022 memberikan siswanya untuk diberi edukasi, juga SMTI Pajjaiang sangat sambut baik. Komposisi pemateri juga diapresiasi. Seorang guru di SMA Negeri 21 Makassar salut dengan adanya  testimoni dari sosok Sukri yang pernah terlibat penyalahgunaan narkotika.

Kepala SMA 21 Makassar Drs. Hj Erna, M.Pd menerima wakaf buku DANI disaksikan utusan Yayasan Hajdi Kalla

Adapun sasaran dakwah di bulan September 2023 ini, yakni:

1. Siswa SMTI Pajjaiyang Makassar. Jumat 01-09 2023 

2. Jemaah Masjid Jamiul Ihsan Toddopuli Makassar. Selasa, 09-09- 2023

3. Jemaah Masjid Jenderal Sudirman Makassar Rabu, 06-09-2023.

4. Siswa SMK negeri 7 Makassar Rabu, 13-09-2023

5. Siswa SMA Negeri 21 Makassar  Selasa, 19-09-2023

6. Siswa SMA Negeri 15 Makassar  Jumat, 22-09-2023.

7. Jemaah Masjid Jabal Nur Parangloe Makassar. Jumat, 22-09-2023.

8. Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Kalla Jumat, 29 September 2023

Wakil Kepala SMA 21 Makassar Munawar, S.Pd., M.M menyambut antusias kehadiran tim DANI lalu memberi tastimoni

BERIKANLAH MAHASISWA PADA DANI KARENA AKAN KAMI DISUNTIKKAN IMUNITAS ANTI NARKOTIKA SEHINGGA IA JIJIK DAN ENGGAN MENJADI MAKLUK DIKUTUK TUHAN YAKNI SETAN KARENA NARKOTIKA

Foto kegiatan bulan September:

Jemaah Masjid Jamiul Ihsan Toddopuli Makassar.
Jemaah Masjid Jenderal Sudirman Makassar
Siswa SMK negeri 7 Makassar
Siswa SMA Negeri 21 Makassar 
Siswa SMA Negeri 15 Makassar 
Jemaah Masjid Jabal Nur Parangloe Makassar
Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Kalla 

*BY: Hamka Mahmud Seri 791. Kajian Da'i Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI (Dai Anti Narkotika)/DASI (Da'i Siber Indonesia)/DARULA (Da'i Rutan dan Lapas)  HP: 081285693559



Previous
Next Post »
0 Komentar