Gigih Berusaha demi Kebaikan | Kajian Da'i Kamtibmas seri (10)

04.35
WWW.TCMIRASANTIKA.COM - Upaya yang sungguh - sungguh dan gigih memperjuangkannya itulah yang berhasil. Inilah ungkapan tokoh para pahlawan pejuang negeri ini. Semboyan ini, seperti ini kami juga lakukana di saat bersalaman dan memperlihatkan buku "ini Jalanku Da'i Kamtibmas sebuah pengabdian" Kepada Bapak Kapolri Jerderal Polisi HM. Tito Karnavian Ph.D, di Markaz Polda Sulawesi Selatan dalam kunjungan kerjanya pada 23 Agustus 2016 pagi tadi, dengan harapan beliau memberikan kata sambutan pada buku tersebut. 

Berangkat pagi, tiba di mapolda sulsel tepat jam 08:00 bersama humas TCM Ismail Nurdin, berbekal do'a dan atribut yang di berikan Oleh Bapak Kapolda Sulsel, saat menerima penghargaan honorary police dan kartu anggota Da'i Kamtibmas kami merapat di lokasi kegiatan. Kemudian menemui Sespri Kapolri Kombes Dadang, guna koordinasi agar bisa bertemu Kapolri, lalu kami perlihatkan buku yang berjudul Ini Jalanku Da'i Kamtibmas melampirkan naskah testimoni dari Kapolda sulsel, Alhamdulillah Sespri Kapolri setuju dan meminta berkasnya. 

"Siap pak" kata penulis.  Apa bisa kami dikasih waktu pak ?" 

Beliau Menjawab dengan sopan : Maaf, waktu beliau sangat mepet waktunya pukul 11 harus dibandara kembali kejakarta. 

Kami berencana memperlihatkan cover bukunya ke Bapak Kapolri setelah itu kami serahkan ke Bapak sespri. 

Bersalaman sambil memperkenalkan diri ke beliau amat susah di sela - sela banyaknya orang yang ingin berselaman dengan Jenderal bintang epat tersebut tidaklah mudah kecuali di bekali kegigihan dan upaya pantang menyerah. Bagaimana bisa, harus begitu. 

Berikut kisahnya kami bertemu dengan tokoh yang diberi amanah oleh Negara untuk menciptakan rasa aman dan damai di negeri beratus pulau, beratus bahasa dan budaya ini. 

Setelah berdiri berjam-jam mulai dari pidato sambutan Kapolda sulsel sekitar satu jam melaporkan situasi kamtibmas dan kerja yang sudah dilakukan termasuk kapolda melaporkan peresmian Masjid Da'i Kamtibmas yang fotonya ditampilkan pada slide yang beliau paparkan. Kemudian dilanjutkan dengan pidato pengarahan Bapak Kapolri yang inti sarinya : "menekankan polisi untuk lebih humanis dan bermasyarakat, anggota kepolisan jangan merusak tenda ini, beliau mengibaratkan POLRI seperti sebuah tenda. Satuan tribrata ini satu dalam tenda bernama organisai POLRI, jangalah ada yang merusak tenda dengan bergantole, melakuan hal-hal yang melanggar hukum, karna satu yang berbuat 18.000 lebih anggota kepolisian sulsel, bahkan bukan cuma sulsel seluruh indonesia malu dan mendapatkan imbasnya, padahal melihat bagaimana anggota yang bertugas di gunung, di laut di papua sana, berusaha memperjuangkan nama baik POLRI di tengah - tengah masyarakat. Olehnya itu berpikirlah sebelum bertindak dan jangan menuruti hawa nafsu".

Setelah pidato pengarahan kemudian Kapolri meninggalkan tenda, kami berusaha mendekat pada jalan yang di lewati Bapak Kapolri, tetapi kelihatannya awak media wartawan lebih butuh, penulis mundur, mencari peluang terus mendekat, sepertinya agak sulit. Nanti di depan tangga naik lantai dua ruangan Kapolda Alhamdulillah kami disempatkan memperkenalkan diri, meski sekilas, namun kami berhasil memberikan kepada beliau naskah buku Inilah Jalanku Da'i Kamtibmas Sebuah Pengabdian" untuk beliau tindak lanjuti setiba di jakarta.

"Tempalah besi saat panasnya". Kata BJ Habibie Mantan Presiden Republik Indonesia yang memiliki makna jangan hilang momentum. Sehingga pada saat bersalaman dan memperkenalkan diri dengan Kapolri kami langsung memperlihatkan cover buku dan memohon agar agar Bapak Kapolri memberikan pengantar, kapolri melihat buku tersebut dan disaksikan oleh pejabat utama Mabes Polri dan Polda, dan beliau langsung memberikan respon positif kemudian memberikan petunjuk untuk selanjutnya menemui tim yang bagian dari pengamanan Kapolri, surat dan naskah buku kami serahakan pada beliau ajudan yang bernama Agus yang ber Id card Mabes Polri. 

Kami berkata tolong di kasih ke Bapak Sespri Kapolri, beliau tadi berkata pada kami serahkan saja suratnya, kami mohon bantuanya pak Agus, Beliau berkata "siap saya akan kasih Bapak Sespri Kapolri. Akhirnya naskah buku itu dibawa kejakarta. Insya Allah akan di tanda tangani Kapolri seperti juga Kapolda yang sudah bertada tangan.

JIKA SESUATU KEBAIKAN KITA PERJUANGKAN MAKA USAHA SUNGGUH - SUNGGUH & MAKSIMAL DI KERAHKAN DILANJUTKAN DENGAN BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH UNTUK HASILNYA.


Penulis : Hamka Mahmud


Previous
Next Post »
0 Komentar