Bertabur Berkah Selama Kuliah S3 Di UIN Alauddin (Sesi 3)

17.58

 Hamka Mahmud*

"Kuliah di S3 susah masuknya dan susah keluarnya". Inilah momok yang membuat tidak banyak orang ingin masuk kuliah S3. Ungkapan ini populer. Karena untuk mendaftar mahasiswa syaratnya berat yakni harus berijazah S2 dan memiliki nilai tes toefl dan toafl dengan skor minimal 400 atau tergantung syarat minimal nilai yang ditetapkan setiap kampus. Ada yang sampai 500 nilai skornya minimal.


Suasana ujian kualifikasi hasil disertasi penulis di ruang Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Setelah menempuh kuliah tatap muka empat semester. Kemudian menulis disertasi. Waktu diwisuda ada seorang wisudawan duduk di depan penulis mengekspresikan rasa senangnya dengan berkata. "Lega rasanya diwisuda hari ini. Seperti kurasa keluar dari penjara." Ungkapan ini, sudah cukup menjadi gambaran bagaimana susah dan beratnya menyelesaikan kuliah S3.

Sebab menyelesaikan disertasi berat. Membutuhkan ketabahan dan keteguhan serta kesabaran tinggi. Agar tidak mengalami stres atau sakit menyebabkan diopname. Banyak mahasiswa S3 terserang penyakit psikis dan fisik, dipriode menuntaskan penulisan disertasi. Sehingga itu, ada mahasiswa sudah 5 tahuh bahkan ada 10 tahun masih berstatus mahasiswa S3.

Penulis setelah melewati tes masuk dan menjalani perkuliahan semister satu perlahan lahan berkah
sebagai mahasiswa tercurah. Sambil kuliah pun juga menjadi pendakwah di Lapas dan Rutan. Aktivitas dakwah  dan penyuluhan itu sepertinya, mengundang berkah sebab Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda bahwa seseorang pengajarkan kebaikan senantiasa didoakan banyak makhluk.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Sesungguhnya Allah, para malaikat Nya, penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” HR. Tirmidzi.

Kegiatan dakwah penulis di Lapas Kelas 1 Gunung Sari Makassar sejak tahun 2016 hingga saat ini

Berkah kedua, ditawari beasiswa dari Yayasan Hadji Kalla. Perbuatan kebaikan yang kita lakukan berefek resonansi. Hal ini adalah lanjutan dari efek diberitakan oleh majalah Tempo. Tiba-tiba ada seorang yang mangaku dari utusan Hadji Kalla. Ia memperkenalkan diri lewat obrolan via WhatsApp. Mengajak bertemu di suatu warung kopi di Kota Makassar.

Kemudian menanyakan dimana dapat nomor kontak penulis? Ia jawab bahwa dari pimpinannnya, yang diberikan oleh pegawai kantor Kemenkumham dan ia  membaca berita kegiatan dakwah penulis di majalah Tempo edisi lebaran tahun 2021. 

Setelah obrolan via WhatsApp, lalu janjian ketemu disalah satu warung kopi. Ketika bertemu, seolah-
olah penulis seperti berhadapan dengan jin lampu dalam kisah lawas Aladin. Sebab utusan Yayasan Hadji Kalla tersebut menanyakan apa yang bisa dibantukan pihak yayasan? Maka kemudian mengutarakan harapan. Yakni mohon dibantu biaya kuliah S3 dan juga kegiatan dakwah di Lapas dan Rutan. Ia kemudian mengarahkan penulis membuat permohonan dalam bentuk proposal. Tak menunggu lama setelah berkas diserahkan. Dana biaya kuliah semester satu dicairkan. Nominalnya mencukupi untuk membayar satu kali SPP. 

Suasan bimbingan rohani/ceramah penulis masjid Al-Ichasan Lapas Narkotika Sungguminasa 

Perasaan lega setelah dana SPP dibayarkan. Ancaman tidak dapat mengikuti kuliah selanjutnya tidak jadi momok lagi. Sebab dibayar tepat waktu. Karena apa bila SPP tidak dibayar, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan non aktif oleh pihak kampus.

Lanjut ke kisah berkah disemester dua yakni biasiswa dari zakat Bank Syariah Indonesia...

BY: Hamka Mahmud Seri 809. Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da'i Siber Indonesia) Doktor Bidang Dakwah Siber Polri.  HP: 081285693559

Previous
Next Post »
0 Komentar