Lima Bulan Dirahasiakan Wafat Adiknya

15.16

 Hamka Mahmud*

Ada kalanya berita duka kematian tidak mesti disampaikan. Apabila jika diprediksi berita tersebut dapat mengganggu psikis orang yang  mendengarnya. Maka baiknya tunggu momen yang tepat. Baru kemudian diberitahu. Agar informasi duka tersebut tidak berimplikasi pada hal yang negatif.

Hal inilah yang penulis lakukan bersama istri terhadap putra sulung, yang tepat hari Senin, 5 Juni 2023 berkesempatan libur panjang di pondoknya Ponpes Tahfidz dan Enterpreneur Thursina YBM PLN Bogor.

Tepat mendarat pesawat yang ditumpangi dari Jakarta pukul 14:04 WITA di Bandara Internasional Hasanuddin Maros. Di atas kendaraan menuju rumah penulis teringat percakapan Ummu Salamah kepada Abu Salamah sahabat Nabi Muhammad ﷺ, yang berusaha tidak lansung memberi tahu kematian putranya kepada suaminya. 

Ummu Salamah bertanya pada Suaminya tentang barang titipan yang diambil sang pemilik. Lalu putra penulis Abdullah Fadhel Azzam juga, beri pertanyaan mirip, "Fadhel bagaimana pendapatmu, jika ada barang tyang dititip sama Fadhel. Lalu kemudian barang itu diambil pemiliknya?" Seperti ini diksi kalimat pertanyaanya. Terinspirasi dari pertanyaan ummu Salamah.

Lalu menambahkan, "apakah yang dititipi barang boleh marah dan tidak terima?" Jawaba Fadhel, "tak boleh, bebab barang itu bukan miliknya." Lalu penulis beritahu bagaimana jika adikmu Atifah diambil yang punya yaitu Allah.?" Tanya penulis. "Haa, adikku Atifah telah meninggal Abi?" Bertanya balik, kaget dan keherananan.

"Iya nak, sengaja tidak dikabari waktu itu. Sebab kita kuatir, nanti kamu terganggu menghafal dan dapat menyusahkan pihak  pembina di pondok. Jika kamu meminta pulang." Fadhel sejenak tertegun dan rada sedih mengetahui adiknya telah wafat. 

Sementara ibunya tidak kuasa menahan derai air mata mengingat kembali putrinya yang wafat tepat di akhir tahun yakni 31 Desember 2022. Anak yang dirawat dan dipelihara 12 tahun lebih. Dengan kondisi dua kaki lumpuh layu dan hidup dengan terpasang selang dari kelapa mengular hingga sampai di perutnya.

Bertujuan untuk mencegah pembesaran batok kepala dari menyakit hidrosefalus. Kondisi lumpuh 12 tahun, lalu ditambah penyakit baru yaitu serangan sakit struk (infark selebri) yang membuat hanya 25 persen tubuhnya bisa digerakkan. Setiap hari hanya bisa terbaring lemas di kasur.

Tiga penyakit ini, yakni: lumpuh (sumbing tulang belakang), hidrosefelus dan struk. Membuat putri kedua penulis wafat dan tak diberitahu kakaknya yang sementara sedang mondok di Ponpes Thursina. Hal ini dilakukan agar ia tetap berkonsentrasi menyeselaikan target hafalannya. 

Sekalipun sikap yang penulis beserta istri  lakukan adalah suatu hal yang tidak patut diikuti. Akan tetapi rupanya efektif. Sebab andai kami beritahu kematian adiknya saat itu. Maka mungkin saja dapat menggangu hafalannya. Sehingga tidak sampai target. Jika hal itu terjadi, maka dapat membuat ia tak diberi izin libur panjang seperti saat ini ia dapatkan. Libur selama 1 bulan lebih.

Dalam perjalanan pulang dari Bandara dan sebelum tiba di rumah. Penulis dan istri, serta adik-adik Fadhel. Singgah berziarah  di pekuburan syuhada Pesantren Darul Istiqamah. Di atas pusara adiknya, ia pun melantunkan doa-doa. Matanya terlihat sembab. Nampak kesedihan yang dalam dari raut wajahnya akibat ditinggal pergi oleh adik yang paling ia cintai.

Doa bagi anak yang wafat sebelum baligh:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا. اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala yang didahulukan, simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan.”

ANAK YANG WAFAT SEBELUM BALIK JADI PEMBERI SYAFAAT DI AKHIRAT KELAK & JUGA ANAK YANG HAFIDZ AL-QUR'AN

*BY: Hamka Mahmud Seri 777, Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da'i Siber Indonesia)  HP: 081285693559

Previous
Next Post »
0 Komentar